Rabu, 31 Oktober 2012

Turopiko? Memimpin? Dipimpin?




Napoleon memimpin pasukannya melintasi Alpen di atas kudanya, Marengo


Pemimpin hebat biasanya memiliki pengikut yang hebat, karena tanpa pengikut, apa yang mau dipimpin? Tanpa pengikut yang mendukung pemimpinnya, bagaimana dapat dipimpin?

    "The leaders who work most effectively, it seems to me, never say “I.” And that’s not because they have trained themselves not to say “I.” They don’t think “I.” They think “we”; they think “team.” They understand their job to be to make the team function. They accept responsibility and don’t sidestep it, but “we” gets the credit…. This is what creates trust, what enables you to get the task done."

Peter Drucker

    "The best executive is the one who has sense enough to pick good men to do what he wants done, and self-restraint to keep from meddling with them while they do it."

Theodore Roosevelt



Lao Tzu
Pengikut yang baik akan mendukung pemimpin menjadi lebih baik, walaupun tidak mendukung semua kebijakannya. Karena nantinya pemimpin akan menjadi pengikut maka dia harus bisa menjadi pengikut yang baik, begitupun sebaliknya. Luffy dan awaknya, George S. Patton dengan "Patton's Ghost"-nya, Jenderal Soedirman dengan pengikutnya yang (setahu penulis) tidak pernah mengkhianatinya hingga lawan tidak mengetahui pergerakannya (no rats in his followers).

Tropico, salah satu game tentang memimpin suatu negara, pulau lebih tepatnya, dapat membuat kita merasakan sulitnya memimpin sekelompok orang, satu pulau. Memimpin sekelompok orang bukan hal yang mudah, mengatur mereka, memberi contoh yang baik, menerima setiap aspirasi. Apalagi memimpin suatu negara? Di game ini kita hanya memimpin suatu pulau, walaupun begitu, cukup kompleks, alur kepemimpinan di Tropico. Ada berbagai faksi yang bertentangan, hubungan bilateral dan multilateral, ekspor impor, kesejahteraan penduduk pulau dan faktor-faktor lain yang sangat mirip dalam memimpin negara.


     "I cannot give you the formula for success, but I can give you the formula for failure: which is: Try to please everybody."

Herbert B. Swope

Ya, jika seorang pemimpin berusaha menyenangkan semua orang, "failure" yang akan didapat. Karena tidak semua pengikut memiliki kepentingan yang sama. Pasti ada golongan yang tidak puas terhadap kepemimpinan seseorang, tetapi apa boleh buat, yang bisa dilakukan untuk orang-orang yang merasa dirugikan adalah kompensasi, atau mungkin hiburan. Seperti BLT mungkin contohnya, contoh yang kurang baik.

Napoleon Bonaparte, ia memiliki banyak pengikut setia, ia dapat menaklukkan Italia dalam ekspedisinya, salah satu faktornya, sebagian besar mungkin, adalah pengikut yang memiliki visi dan semangat yang sama dengan Napoleon, prajurit-prajurit Napoleon banyak yang sangat setia kepada beliau.

Jenderal-jenderalnya juga, Alan de Soison, yang mendukungnya sampai ia berbeda pendapat dengan Napoleon, Ney, Soult, MacDonald, yang bergabung kembali dengannya sekembalinya dari pengasingan di pulau Elba. Sayangnya kejatuhannya menurut penulis, adalah karena kemampuan diplomasi yang kurang baik, kurang fleksibel, dan ambisinya menguasai seluruh eropa.



Jenderal Soedirman saat tiba di Yogyakarta, 19 Juli 1949

Memang, seorang pemimpin tidak mungkin menyenangkan semua pihak, tetapi mengecewakan banyak pihak, dapat berubah menjadi pemberontakan. Mengecewakan sebagian besar pihak, atau membuat banyak musuh, dapat menjadi kudeta. Bahkan Tropico dapat menyimulasikan keadaan ini.

Di awal-awal kekuasaannya Napoleon membuat kebijakan-kebijakan hebat, perbaikan ekonomi, perbaikan undang-undang, penguatan militer. Tetapi begitu diproyeksikan ke jangka menengah dan panjang, ada kebijakan-kebijakannya yang berakibat kurang baik, penambahan kekuatan militer, membuat bibit musuh di dalam dan luar negara. Saat pergerakan Napoleon mulai membuat gerah negara tetangga, dan membuat celah di dalam negeri, musuhnya di dalam negeri membuat kudeta, musuhnya di luar membuat koalisi untuk menjatuhkannya.

Kestabilan dalam suatu kelompok banyak dipengaruhi pengikut, dalam berbagai golongan. Banyak pengikut yang berambisi menjadi pemimpin menghalalkan segala cara untuk menjadi pemimpin. Saat dia memimpin, mencari keuntungan pribadi sebanyak-banyaknya, melupakan nantinya ia akan menjadi pengikut, melupakan esensi seorang pemimpin.




Bagi pembaca yang masih pengikut, sekarang adalah pemimpin dirinya sendiri (klise), jadilah pengikut yang mendukung pemimpinnya. Lalu nantinya saat menjadi pemimpin, samakan (paling tidak miripkan) visi dengan pengikut, satukan pengikut, stabilkan keadaan, dan tugas-tugas lain seorang pemimpin, jangan sampai menjadi pemimpin yang ditakuti, bahkan dibenci pengikut. Jadilah fleksibel, saat memimpin maupun dipimpin, karena fleksibilitas yang baik dapat membuat lawan menjadi kawan.

"I am a man of fixed and unbending principles, the first of which is to be flexible at all times."

Everett Dirksen

    "To lead people, walk beside them … As for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honor and praise. The next, the people fear; and the next, the people hate … When the best leader’s work is done the people say, ‘We did it ourselves!"
        Lao-Tzu