Sabtu, 19 Maret 2016

Conduct

One's conduct  should be modeled after a tree, the trunk is rooted while it's leaves flourish.

Wheareas one's attitude should should be like a coin, square on the inside  while smooth on the edges.

(source unknown)

Selasa, 15 Maret 2016

Gemuruh yang Jauh

Gemuruh
Gemuruh angin
Gemuruh angin ribut
Ribut dalam dadaku

Membentang pilihan-pilihan
Jutaan kemungkinan

Mungkinkah aku
Kembali lagi
Kembali ke tempat, ku
dulu merasakan gemuruh dalam dada

Jauh, jauh

Sahara membanjir
Cartenz runtuh
Pasifik surut

Bahkan setelah itu semua
Tak dapat kubayangkan kembali
Ke tempat itu

Walaupun inginku sangat

Minggu, 13 Maret 2016

Berjalan

Berjalan
Waktu

Terus menapaki
Takdir

Waktu yang tak pernah kembali
Waktu yang diinginkan semua

Waktu yang membuat semua ada

Waktu
Melintasi alam
Menabrak kelam
Menatap suram

Suram dunia
Yang penghuninya
Bergantung padanya

Merugilah
Rugi
Yang menjadikan dia
Sia sia

Kamis, 03 Maret 2016

Dunia milikmu?

Dunia tidak berputar
Pada seseorang
Atau sekelompok orang

Sungguh picik

Bahagia memiliki banyak faktor
Sedih pun juga

Saat seseorang bahagia
Dunia tetap berputar
Saat seseorang sedih
Waktu tetap berjalan

Riya memiliki berbagai bentuk
Karena itu niat
Harus selalu diawasi

Rabu, 02 Maret 2016

Jalan

Jalan
Tidaklah berkelok-kelok
Menurutku

Jalan
Tidaklah berputar-putar
Menurutku

Jalan
Tidaklah bercabang
Menurutku

Jalan hanya ada satu
Yang kita jalani
Yang kita lewati
Yang sudah ditakdirkan

Karena manusia menjalani
Tetapi jalannya sudah ditetapkan
Bukan oleh manusia atau siapapun juga
Tapi oleh penguasa seluruh alam

Maka jalan manapun juga
Ya kulewati saja

Minggu, 28 Februari 2016

Bintang

Wajahnya jenaka
Sedang memasak
Sembari mengaduk
Ia mengusirku pelan

Aku kan hanya melihat
Kenapa harus diusir
Pikirku
Pikiran bocah

Tapi kuturuti juga
Karena dia bintangku

Lalu ku kembali
Kudapati wangi yang menggoda
Perut tak berisi

Ibu, aku lapar

Iya, sebentar lagi masak

Dan ia membiarkanku
Menemaninya di dapur

Sungguh
Tak kudapati lelah di wajahnya

Takkan kulupa
Saat-saat kami
Hanya berdua
Menunggu masak
Suapan nasi
Perut yang kenyang
Dan tidur siang

Rabu, 24 Februari 2016

Terkenang

Di malam di mana lelap tak menghampiri
Akan selalu terkenang
Rasa
Wajah
Sentuhan
Harapan
Pertemuan
Pertengkaran

Lalu sesal menghampiri

Takkan berguna sesal itu, karena
Masa lalu tak dapat diubah
Dan hidup terus berjalan ke depan

Memang sudah jalannya seperti itu, maka
Hanya waktu yang bisa menyembuhkan

Tetapi bukan seperti itu
Justru waktu yang membuktikan kita ada
Tanpa waktu takkan ada kehidupan

Pada akhirnya kenangan membuatmu sadar
Dan selalu terkenang

Selamat jalan
Kumohon biarkan kusimpan kau dalam ingatan